Feeds:
Posts
Comments

Archive for May, 2014

Air adalah sumber utama kehidupan, tanpa air manusia bisa mengalami dehidrasi yang berujung pada kematian. Terlalu banyak artikel yang membahas tentang nilai penting air bagi kehidupan manusia, dan hampir semuanya menyampaikan bahwa air memang komponen utama dalam kehidupan manusia.
Karena betapa pentingnya air, maka begitu banyak perusahaan-perusahaan air yang berdiri di dunia, bahkan di Indonesia sendiri akan begitu banyak perusahaan-perusahaan yang memproduksi air yang dapat kita lihat baik itu sifatnya perusahaan air kemasan, depot air minum maupun air isi ulang standard.

Namun, apakah kita sadar kalau air minum isi ulang/galon yang selama ini kita konsumsi dapat tercemar bakteri, lumut, dan kotoran akibat depot pengisian air tidak sesuai standar?

Disini ane akan jabarkan beberapa hal yang kita semua musti tahu mengenai air minum isi ulang yang kita konsumsi. Let’s check it.

Bagaimana proses air saat berada di depot pengisian?

Ada berbagai macam proses penyaringan isi ulang yang ada dipasaran dari yang seder hana hingga yang berteknologi terkini. Yang akan ane sampaikan adalah teknologi sederhana dan murah yang umumnya dipakai di depot-depot pengisian yang sering kita temui.

Keterangan :
1. Pompa semi jet (dianjurkan penggunaan stainless steel)
2. Filter Media —> umumnya pasir silika bangka akan lebih baik penggunaan antracite atau ferro
3. Filter Media —> karbon aktif (gunakanlah karbon yang berkualitas baik dengan nilai absorb 900 keatas)
4. Filter catridge —>banyak isi ulang menggunakan lebih dari 4 buah … tetapi kesemuanya tergantung kualitas dari catridge itu
5. Ozone processor
6. Pipa foodgrade —> usahakan jangan menggunakan pipa PVC yang tidak foodgrade karena akan menjadi sarang bakteri pada sambungan pipa yang terkena lem, gunakan hanya pipa tanpa lem dan pergunakan siku yang seminimal mungkin
7. Ultra violet —> sesuaikan UV dengan flow pompa agar bakteri tidak lolos
8. Sistem pengisian .—> selalu tertutup rapat agar mencegah kotoran dan bakteri udara menyebar, bila memeungkinkan gunakan UV Ruang tapi …. awat radiasinya berbahaya terkena kulit dan mata
9. Sistem pencucian galon dan pembilasan galon —> gunakan bahan kimia yang aman untuk dikonsumsi sehingga tidak terjadi efek samping

Pemasangan ozone juga harus disesuaikan dengan kapasitas pompa. Banyaknya ozone yang penulis temui di tempat-tempat isi ulang tidak sesuai dengan kapasitas pompa yang digunakan, jadi hanya sekedar ada ozone tetapi manffatnya tidak maksimal.

UV (ultra violet) sebagai proses sterilisasi merupakan hal paling penting dalam proses sederhana ini karena ini adalah jantung kedua setelah ozone, jadi kapasitas/kemampuan UV tersebut harus diperhatikan dan disesuaikan dengan pompa. Namun yang sering kita temui adalah, untuk menghemat biaya produksi, pengusaha isi air kemasan sering tidak menyalakan UV. Hal ini sangat tidak sesuai standar karena dapat mengakibatkan air yang keluar tidak layak minum

Apakah Galon Air Minum Anda Ber-Kode PET/PETE?

Saat ini masyarakat harus lebih teliti dan waspada ketika membeli dan memakai galon air minum. Ane terkejut saat ane baru mengetahui dan sadar setelah membeli galon air minum dan kemudian memasangnya di dispenser beberapa hari lalu, dan ketika melihat dibagian bawah galon tersebut ternyata galon air minum itu berkode PET/ (Polyethylene terephthalate) dimana biasanya dilambangkan dengan angka 1 di tengah gambar segitiga logo daur ulang.

Plastik yang berjenis PET/PETE ini sesungguhnya direkomendasikan hanya sekali pakai, kenapa? Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker) dalam jangka panjang. Semestinya segera ganti botol/galon yang sudah lama atau terlihat baret-baret.

Jika masalah ini tidak ada perbaikan untuk meningkatkan kualitas galon air minum dengan kode plastik yang lebih aman sesuai dengan standar BPOM yaitu kode plastik 7, seperti yang tertera pada lampiran kode dari BPOM berikut ini.

Standard Kesehatan Depot Air Minum Isi Ulang

Air minum harus memenuhi syarat-syarat kesehatan, baik fisik kimia, radio aktif maupun mikrobiologi supaya tidak mengakibatkan gangguan kesehatan pada manusia (Depkes RI., 2010). Pencemaran bakteriologi dalam air minum lebih cepat menimbulkan gejala penyakit pada manusia, sehingga pemeriksaan bakteriologis digunakan untuk mengetahui kualitas air minum. E.coli merupakan indikator yang spesifik untuk mengetahui kualitas mikrobiologis air minum.

erdapatnya E. coli dalam air minum menandakan telah terjadi kontaminasi tinja manusia maupun mamalia berdarah panas, yang dapat diartikan terdapat mikro organisme patogen lainnya dalam air minum tersebut berupa virus, bakteri maupun protozoa. Secara prinsip proses pengolahan air yang dilakukan pada DAMIU (sebagaimana proses pengolahan lainnya), harus mampu menghilangkan semua jenis pencemar, baik fisik, kimia maupun mikrobiologi.

Ada beberapa indikator yang bisa agan lihat saat mengisi ulang air minum di depot isi ulang:
1. Lihat kebersihan tempat pengisian. Hal ini dapat terlihat dari peralatan yang bebas karat dan jamur hitam akibat jarang dibersihkannya peralatan pengisian.
2. Cek apakah lampu UV sudah menyala SELURUHNYA! Karena ada beberapa depot yang hanya menyalakan 1-2 buah lampu untuk menghemat biaya produksi. Hal ini sangat tidak sesuai standar karena air yang dihasilkan belum layak minum.
3. Selalu minta petugas untuk membersihkan galon dengan alat khusus sebelum mengisi ulang. Itu hak kita untuk meminta dan petugas wajib melakukannya sesuai standar yang berlaku.
4. Cek apakah ada pipa dan galon yang berlumut. Karena lumut adalah salah satu indikator bahwa galon yang diisi kurang bersih.
5. Jangan lupa meminta kertas/tissue dis-infektan untuk membersihkan mulut dan leher galon sebelum agan memasangnya di dispenser.

Mengapa Galon Air Berlumut?


Ada beberapa penyebab mengapa galon yang kita pakai sering berlumut:
1. Jarang mengganti dan membersihkan media tabung filter. Umumnya 2-3 bulan sekali. Namun bila agan sempat, satu bulan sekali lebih baik
2. Kualitas air yang dipakai depot tidak sesuai dengan jumlah penyaringan air. Terutama bila yang dipakai adalah air sungai atau air PAM, penyaringan yang dibutuhkan lebih banyak.
3. Galon yang sudah diisi sering terpapar sinar matahari secara langsung. Sering kita dapatkan galon yang terlebih dahulu sudah diisi di depot. Sehingga saat kita ingin mengisi tinggal tukar saja yang kosong dengan yang sudah jadi. Hal ini tidak dianjurkan karena kita tidak melihat langsung proses pengisian yang bersih, dan kalau galon tersebut sudah terpapar sinar matahari, lumut mudah tumbuh didalamnya.

Bagaimana Seharusnya Menjaga Kebersihan Air Yang Kita Konsumsi?


Selain dari hal-hal yang sudah ane sampaikan diatas, lagi-lagi sebua kembali ke kita gan. Kita sendiri yang harus cermat dalam menjaga kebersihan galon dan air didalamnya. Kta sendiri juga yang harus cermat dalam memilih depot isi ulang air yang sesuai standar agar kita dan keluarga terhindar dari segala kerugian akibat kelalaian pada air yang kita konsumsi.

Sebagai tambahan, ane akan kasih info indikator air yang baik untuk kita konsumsi:
1. Air harus jernih atau tidak keruh. Kekeruhan pada air biasanya disebabkan oleh adanya butir-butir tanah liat yang sangat halus. Semakin keruh menunjukkan semakin banyak butir-butir tanah dan kotoran yang terkandung di dalamnya.
2. Tidak berwarna. Air yang berwarna berarti mengandung bahan-bahan lain berbahaya bagi kesehatan, misalnya pada air rawa berwarna kuning , air buangan dari pabrik , selokan, air sumur yang tercemar dan lain-lain.
3. Rasanya tawar. Air yang terasa asam, manis, pahit, atau asin menunjukan bahwa kualitas air tersebut tidak baik. Rasa asin disebabkan adanya garam-garam tertentu yang larut dalam air, sedangkan rasa asam diakibatkan adanya asam organik maupun asam anorganik.
4. Tidak berbau. Air yang baik memiliki ciri tidak berbau bila dicium dari jauh maupun dari dekat. Air yang berbau busuk mengandung bahan-bahan organik yang sedang didekomposisi (diuraikan) oleh mikroorganisme air.
5. Derajat keasaman (pH) nya netral sekitar 6,5 – 8,5 . Air yang pHnya rendah akan terasa asam, sedangkan bila pHnya tinggi terasa pahit. Contoh air alam yang terasa asam adalah air gambut (rawa)
6. Tidak mengandug zat kimia beracun, misalnya arsen, timbal, nitrat, senyawa raksa, senyawa sulfida, senyawa fenolik, amoniak serta bahan radioaktif.
7. Tidak boleh mengandung bakteri patogen seperti Escheria coli , yaitu bakteri yang biasa terdapat dalam tinja atau kotoran, serta bakteri-bakteri lain
.

 

Advertisements

Read Full Post »