Feeds:
Posts
Comments

Archive for August, 2009

Takbir

Takbiratul Ihram —> ALLAAHU AKBAR (Allaah Maha Besar)

Allaahu akbar kabiira, walhamdulillaahi katsiira, wa subhanallaahi bukrataw, waashiila.
(Allah Maha Besar, dan Segala Puji yang sangat banyak bagi Allah, dan Maha Suci Allah sepanjang pagi, dan petang).

Innii wajjahtu wajhiya, lillazii fatharassamaawaati walardha, haniifam, muslimaa, wamaa ana minal musrykiin.
(Sungguh aku hadapkan wajahku kepada wajahMu, yang telah menciptakan langit dan bumi, dengan penuh kelurusan, dan penyerahan diri, dan aku tidak termasuk orang-orang yang mempersekutuan Engkau/Musryik)

Innasshalaatii, wa nusukii, wa mahyaaya, wa mamaati, lillaahi rabbil ‘aalamiin.
(Sesungguhnya shalatku, dan ibadah qurbanku, dan hidupku, dan matiku, hanya untuk Allaah Rabb Semesta Alam).

Laa syariikalahu, wabidzaalika umirtu, wa ana minal muslimiin.
(Tidak akan aku menduakan Engkau, dan memang aku diperintahkan seperti itu, dan aku termasuk golongan hamba yang berserah diri kepadaMu)

Adapun Rasulullaah ketika membaca surah Al-Faatihah senantiasa satu napas per satu ayatnya, tidak terburu-buru, dan benar-benar memaknainya. Surah ini memiliki khasiat yang sangat tinggi sekali. Bahkan Ibn Qayyim Al-Jauziyyah sampai menuliskan makna iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin, dalam satu kitabnya yang berjudul Madarijus Saalikin, dimana beliau bercerita ketika di suatu kota ia menderita sakit, maka ia membacanya per ayat dengan sungguh-sungguh, dan ia rasakan bahwa setiap selesai satu ayat dibacanya, terasa berguguran sakit yang dirasakannya. Subhaanallaah.

Mari kita hafal terlebih dahulu arti per ayatnya sebelum kita memaknainya.

Bismillaah, arrahmaan, arrahiim (Bismillaahirrahmaanirrahiim)
(Dengan nama Allaah, Maha Pengasih, Maha Penyayang)

Alhamdulillaah, Rabbil ‘aalamiin
(Segala puji hanya milik Allaah, Rabb semesta ‘alam)

Arrahmaan, Arrahiim
(Maha Pengasih, Maha Penyayang)

Maaliki, yaumiddiin
(Penguasa, Hari Pembalasan/Hari Tempat Kembali)

Iyyaaka, na’budu, wa iyyaaka, nasta’iin
(KepadaMulah, kami menyembah, dan kepadaMulah, kami mohon pertolongan)

Ihdina, asshiraathal, mustaqiim —> berharaplah dengan penuh harap ketika membacanya.
(Tunjuki kami, jalan, golongan orang-orang yang lurus)

Shiraath, alladziina, an’am, ta ‘alayhim
(Jalan, yang, telah Engkau beri ni’mat, kepada mereka)

Ghayril maghduubi ‘alaihim, wa laddhaaaalliiin.
(Bukan/Selain, (jalan) orang-orang yang telah Engkau murkai, dan bukan (jalan) orang-orang yang sesat)

Melanjutkan tulisan yang ketiga, maka setelah membaca Surah Al-Faatihah, maka hendaknya kita membaca ayat-ayat Al-Qur’an.

Ruku’

Lalu ruku’, dimana ketika ruku’ ini beliau mengucapkan bermacam-macam dzikir dan do’a. Kadangkala beliau mengucapkan yang ini dan kadangkala mengucapkan yang itu :

1. Subhaana, rabbiyal, ‘adzhiimi.
(Maha Suci, Tuhanku, Yang Maha Agung)
—> dzikir ini diucapkan beliau sebanyak tiga kali.
(Hadits riwayat Ahmad, Abu Daud, Ibn Majah, Ad-Daaruquthni, Al-Bazaar, dan Ath-Thabarani)
—> kadangkala juga beliau membacanya berulang-ulang lebih banyak dari tiga kali, dan sesekali beliau
berlebihan dalam mengulanginya ketika shalat lail (malam), sehingga lama ruku’nya hampir mendekati
lama berdirinya.

2. Subbuuhun, qudduus, rabbul malaaikati, warruuh.
(Maha Suci Engkau ya Allaah, Pemberi berkah, Tuhan malaikat, dan ruh) –> Riwayat Muslim

3. Allaahumma, laka raka’at, wa aamantu, wa laka aslamtu,
(Yaa Allaah, kepadaMu, kuserahkan ruku’ku, kepadaMu aku beriman, kepadaMu aku Islam (menyerahkan diri).)
anta rabbiiy, khasa’a laka sam’iiy, wa bashariy, wa mukhyii, wa ‘adzhomii, wa fii riwaayah
(Engkau Tuhanku, KepadaMulah pendengaran, penglihatan, otak, tulang, dan syarafku tunduk)
wa mastaqallat bihi, qadamii, lillaah, rabbil ‘aalamiin.
(Dan apa yang dibawa kakiku, kuserahkan, kepada Allaah, Tuhan semesta alam)
(HR. Ad-Dharuquthni)

Memperpanjang Ruku’
Diriwayatkan bahwa :

“Rasulullaah Sallallaahu ‘alayhi wa sallaam, menjadikan ruku’nya, dan bangkitnya dari ruku’, sujudnya, dan duduknya di antara dua sujud hampir sama lamanya.”

(Hadits Shahih Riwayat Imam Bukhari dan Muslim)

I’tidal
Rasululullaah Sallaahu ‘alayhi wa sallaam mengangkat punggungnya dari ruku’ sambil mengucapkan,
“Mudah-mudahan Allah mendengarkan (memperhatikan) orang yang memujiNya”.
(Hadits diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim)

Maka ketika kita i’tidal atau bangkit dari ruku, sambil mengangkat kedua tangan sejajar bahu ataupun sejajar telinga, maka kita mengucapkan :

Sami’allaahu, li, man, hamida, hu
(Mudah-mudahan mendengar Allah, kepada, sesiapa yang, memuji, Nya)

“Sesungguhnya imam itu dijadikan hanya untuk diikuti. Oleh karena itu, apabila ia mengucapkan “sami’allaahu liman hamidah”, maka ucapkanlah “rabbanaa lakal hamdu”, niscaya Allah memperhatikan kamu. Karena Allah yang bertambah-tambahlah berkahNya, dan bertambah-tambahlah keluhuranNya telah berfirman melalui lisan NabiNya saw., “Mudah-mudahan Allah mendengarkan (memperhatikan) orang yang memujiNya”.
(Hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim, Imam Ahmad, dan Abu Daud)

Maka mari kita baca :
Rabbanaa, lakal, hamdu
(Yaa Tuhan kami, bagiMulah, segala puji)

Kadangkala lafadzh diatas beliau tambahkan seperti :
mil assamaawaati, wa mil al ardhi, wa mil a maa shikta, min shai in, ba’du
(Sepenuh langit, dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki, dari sesuatu, sesudahnya)
Kalimat diatas didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Abu ‘Uwanah)

Sujud
Ketika kita sujud, maka dengan tenang hendaknya kita mengucapkan do’a-do’a sujud seperti yang telah dicontohkan Rasulullaah Sallallaahu ‘alayhi wa sallaam.

1. Subhaana, rabbiyal, a’laa
(Maha Suci, Tuhanku, Yang Maha Luhur)
Dzikir ini beliau ucapkan sebanyak tiga kali, dan kadangkala beliau mengulang-ulanginya lebih daripada itu.

2. Subhaana, rabbiyal, a’laa, wa, bihamdi, hi
(Maha Suci, Tuhanku, Yang Maha Luhur, dan, aku memuji, Nya)

3. Subbuuhun, qudduusun, rabbul malaaikati, warruuh
(Maha Suci, Pemberi Berkat, Tuhan malaikat, dan ruh)

Duduk antara dua Sujud
Ketika kita bangun dari sujud, maka hendaklah kita berdo’a sepertinya do’anya Rasulullaah, dan bacalah do’a tersebuh dengan sungguh-sungguh, perlahan-lahan, dan penuh pengharapan kepada Allah Subhaana wa Ta’ala.

Di dalam duduk ini, Rasulullaah Sallallaahu ‘alayhi wa sallaam mengucapkan :
Allaahummaghfirlii, warhamnii, wajburnii, warfa’nii, wahdinii, wa ‘aafinii, warzuqnii
(Ya Allaah ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah kekuranganku, sehatkanlah aku, dan berilah rizqi kepadaku)

Dari Hadits yang diriwayatkan Muslim, bahwa Rasulullaah saw, kadangkala duduk tegak di atas kedua tumit dan dada kedua kakinya. Beliau juga memanjangkan posisi ini sehingga hampir mendekati lama sujudnya (Al-Bukhari dan Muslim).

Duduk At-Tasyaahud Awal
01. Sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari, Muslim, dan Ibnu Abi Syaibah.
Dari Ibn Mas’ud berkata, Rasulullaah saw telah mengajarkan at-tasyaahud kepadaku, dan kedua telapak tanganku (berada) di antara kedua telapak tangan beliau – sebagaimana beliau mengajarkan surat dari Al-Qur’an kepadaku : —> (Mari dihafalkan setiap katanya sehingga shalat kita lebih mudah untuk khusyuk)

Attahiyyaatulillaah, wasshalawatu, watthayyibaat.
Segala ucapan selamat adalah bagi Allaah, dan kebahagiaan, dan kebaikan.

Assalaamu ‘alayka * , ayyuhannabiyyu, warahmatullaah, wa barakaatuh.
Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepadamu *, wahai Nabi, dan beserta rahmat Allaah, dan berkatNya.

Assalaamu ‘alaynaa, wa ‘alaa, ‘ibaadillaahisshaalihiiin.
Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada kami pula, dan kepada sekalian hamba-hambanya yang shaleh.

Asyhadu, allaa, ilaaha, illallaah.
Aku bersaksi, bahwa tiada, Tuhan, kecuali Allaah.

Wa asyhadu, anna muhammadan, ‘abduhu, wa rasuluhu.
Dan aku bersaksi, bahwa muhammad, hambaNya, dan RasulNya.

* Hal ini ketika beliah masih hidup, kemudian tatkala beliau wafat, maka para shahabat mengucapkan :
Assalaamu ‘alannabiy.
Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada Nabi.

02. Sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Abu ‘Uwanah, Asy-Syafi’i, dan An-Nasa’i.
Dari Ibnu ‘Abbas berkata, Rasulullaah telah mengajarkan At-Tasyahhud kepada kami sebagaimana mengajarkan surat dari Al-Qur’an kepada kami. Beliau mengucapkan :

Attahiyyaatul mubaarakaatusshalawaatutthayyibaatulillaah.
Assalaamu ‘alayka ayyuhannabiyyu warahmatullaahi wa barakaatuh.
Assalaamu ‘alayna wa ‘alaa ‘ibaadillaahisshaalihiin.
Asyhadu allaa ilaaha illallaah.
Wa asyhadu annaa muhammadarrasuulullaah.
(dalam riwayat lain : Wa asyhadu annaa, muhammadan, ‘abduhu, warasuuluh)
–> Artinya sama dengan yang diatas, insha Allaah.

Bacaan shalawat Nabi di akhir shalat
Rasulullaah saw. mengucapkan shalawat atas dirinya sendiri di dalam tasyahhud pertama dan lainnya. Yang demikian itu beliau syari’atkan kepada umatnya, yakni beliau memerintahkan kepada mereka untuk mengucapkan shalawat atasnya setelah mengucapkan salam kepadanya dan beliau mengajar mereka macam-macam bacaan salawat kepadanya.

Berikut kita ambil sebuah hadits yang sudah umum di kita, diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Muslim, dan Al-Humaidi, dan Ibnu Mandah.

Allaahumma, shalli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa, aali muhammad.
Ya Allaah, berikanlah kebahagiaan kepada Muhammad dan kepada, keluarga Muhammad

Kamaa, shallayta, ‘alaa ibrahiim, wa ‘alaa, aali ibraahiim.
Sebagaimana, Engkau telah memberikan kebahagiaan, kepada Ibrahim, dan kepada, keluarga Ibrahim.

Innaka, hamiidummajiid.
Sesungguhnya Engkau, Maha Terpuji lagi Maha Mulia.

Allaahumma, baarik, ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad.
Ya Allaah, berikanlah berkah, kepada Muhammad, dan kepada, keluarga Muhammad

Kamaa, baarakta, ‘ala ibraahiim, wa ‘alaa, aali ibraahiiim.
Sebagaimana, Engkau telah memberikan berkah, kepada ibrahim, dan kepada, keluarga Ibrahim.

Innaka, hamiidummajiid.
Sesungguhnya Engkau, Maha Terpuji lagi Maha Mulia.

Cara Mengucapkan Salam
Mari kita simak hadits berikut, yang diriwayatkan oleh Abu Daud, An-Nasa’i, dan Tirmidzi serta dishahihkan olehnya.

“Rasulullaah saw. mengucapkan salam ke sebelah kanannya : Assalaamu ‘alaykum warahmatullaahi wa barakaatuh (Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepada kamu sekalian serta rahmat Allaah, serta berkatNya), sehingga tampaklah putih pipinya sebelah kanan. Dan ke sebelah kiri beliau mengucapkan : Assalaamu ‘alaykum warahmatullaah (Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepada kamu sekalian serta rahmat Allaah), sehingga tampaklah putih pipinya yang sebelah kiri.”

Perhatikanlah, bahwa ternyata ucapan kita ketika menoleh ke kanan (salam yang pertama) lebih banyak daripada ucapan kita ketika menoleh ke kiri (salam yang kedua).

Atau dalam riwayat lain, ketika salam yang pertama beliau mengucapkan : Assalaamu ‘alaykum warahmatullaah, dan pada salam yang kedua beliau mengucapkan : Assalaamu ‘alaykum.

Alhamdulillaah, Maha Benar Allaah atas segala FirmanNya. Maka semoga kesebelas artikel ini menjadikan jalan kemudahan bagi kita di dalam usaha kita berusaha khusyuk dan memahami setiap gerakan yang kita lakukan, sehingga benar-benar memiliki ruh dan nilai yang sulit bagi kita untuk menuangkannya dalam kata-kata, karena begitu nikmatnya shalat itu. (SELESAI)

Source : http://taqlim.indointernet.com/forum/

Advertisements

Read Full Post »

Kumpulan Do’a

Alloohumma sholli wa sallim wa baarik ‘alaa sayyidinaa Muhammadin al faatiha limaa ughliqo wal khootimi limaa sabaqo, wan naashiril haqqi bil haqqi(o), wal haadii ilaa shiroothikal mustaqiim, Shollalloohu ‘alayhi wa ‘alaa aalihi wa ashaabihi haqqo qodrihi wa miqodaarihil ‘azhiim.

Artinya:

“Ya Allah, berikanlah rahmat dan salam serta keberkahan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, pembuka sesuatu yang terkunci, penutup sesuatu yang terdahulu, penolong kebenaran dengan kebenaran, penunjuk ke jalan-Mu yang lurus, mudah-mudahan Allah memberikan rahmat kepadanya, kepada keluarganya dan sahabat-sahabatnya dengan sepenuhnya.”

A’uudzu bika min hamazaatisy syayaathiin, wa a’uudzu bika robbi ay yahdhuruun.

Artinya:

“Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung pula kepada-Mu, Ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.” (23:97-98)

Robbi inni a’uudzu bika an as-ala-ka maa laisa lii bihii ‘ilmi, wa illaa taghfir lii, wa tarhamnii akum minal khoosiriin.

Artinya:

“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon sesuatu yang aku tidak mengetahui (hakekatnya), dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang rugi.” (11:47)

Alloohummaa innii a’uudzu bika minn syarri sam’ii, wa minn syarri bashorii, waminn syarri lisaanii, waminn syarri qolbii, wa minn syarri maniyyii.

Artinya:

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari jahatnya pendengaranku, dari jahatnya penglihatanku, dari jahatnya lisanku, dari jahatnya hatiku, dan dari jahatnya angan-anganku.” (Riyadlus Sholihin II : 354)

Alloohummaa innii a’uudzu bika minal ‘ajzi wal kasali, wal bukhli, wal haromi, wa ‘adzaabil qobri. Alloohummaa aaati nafsii taq(o)waahaa, wa zakkihaa  annta khoyru mann zakkahaa, annta waliiyuhaa, wa maulaahaa. Alloohummaa innii a’uudzu bika min ‘ilminn laa yannfa’, waminn qolbinn laa yakhsya’, waminn nafsinn laa tasyba’, wa minn da’watinn laayustajaa bu lahaa.

Artinya:

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari lemah, malas, kikir, tua bangka dan siksa kubur. Ya Allah berikanlah rasa takwa kedalam hatiku, dan bersihkanlah hatiku itu karena Engkau adalah Dzat yang paling bisa membersihkannya, Engkau adalah pelindung dan penguasanya. Ya Allah sesungguhnya aku berlindung diri kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak tenang, dari nafsu yang tidak puas, dan dari do’a yang tidak dikabulkan.” (Riyadlus Sholihin II : 352)

Alloohummaa innii a’uudzu biridhooka minn sakhothika, wa bimu’aa faa tika min ‘uquu batika, wa bika min(g)ka. Laa uhshii tsanaa a ‘alayka. Anta kamaa atsnayta ‘ala nafsika.

Artinya

“Allah Tuhanku aku berlindung dengan keridhoan-Mu dari murka-Mu, aku berlindung dengan ampunan-Mu dari siksaan-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari diri-Mu. Aku tidak dapat menghitung pujian atas-Mu, Engkau adalah seperti pujian-Mu pada diri-Mu sendiri.”

Allohumma inna nau’dzubika min a’n(m) musyrika bika say a ana’lamuhu, wa nastaghfiru ka limaa laa na’lamuh.

Artinya:

“Allah Tuhan kami, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu agar kami tidak menyekutukan sesuatu yang kami ketahui dengan-Mu, dan kami memohon ampun tentang sesuatu yang tidak kami ketahui.”

Alloohumma inni a’uudzu bika minalhad’m(i), wa a’uudzu bika minattaroddii, wa a’uudzu bika minal ghoroqi wal haroqi wal harom, wa a’uudzu bika ayyatakhobbatoniis syaitoonu indal maut(s), wa a’uudzu bika an a muuta fi sabiilika mud’ biroo, wa a’uudzu bika an a muu ta ladiighoo.

Artinya:

“Allah Tuhanku, aku memohon perlindungan-Mu dari kerobohan, aku memohon perlindungan-Mu dari terjatuh dari ketinggian, aku memohon perlindungan-Mu dari terbenam, terbakar, dan kepikunan, aku berlindung kepada-Mu dari pengaruh setan pada saat kematianku. Allah Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari mati dalam keadaan menyimpang dari jalan-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari kematian yang menyakitkan.”

Robbanaagh fir lanaa dzunuubanaa wa isroofanaa fii amrinaa wa tsabbit aq(o)’daamanaa wan shurnaa ‘alal qoumil kaafiriiyn.

Artinya:

“Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. (3:147)

Alloohummaghfirlii khothiiatii wajahlii, wa isroofii fii amrii, wamaa annta a’lamu bihi minnii. Alloohummaghfirlii jaddii wahazlii, wa khothoii, wa ‘amdi, wa kullu dzaa lika ‘inndii. Alloohummaghfirlii maa qoddamtu, wa maa akhkhortu, wa maa asrortu, wa maa a’lanntu, wa maa annta a’lamu bihii minnii anntal muqoddimu, wa anntal muakhkhiru, wa annta ‘alaa kulli syai ing qodiir.

Artinya:

“Ya Allah ampunilah aku yakni kesalahanku, kebodohanku, keterlaluanku dalam segala hal, serta apa pun yang Engkau lebih mengetahuinya daripada aku. Ya Allah ampunilah aku yakni dosa yang telah lalu, dosa yang akan datang, dosa yang aku lakukan dengan sembunyi-sembunyi, dosa yang aku lakukan dengan terang-terangan, dan segala dosa yang mana Engkau lebih mengetahuinya daripada aku. Engkau adalah Dzat yang mendahulukan, dan Engkau adalah Dzat yang mengakhirkan, serta Engkau adalah yang mengetahui segala sesuatu.” (Riyadlus Sholihin II : 350)

Allohumma inna nas-aluka salaamatan fid dien wa’aafiyatan(m) fil jasadi, waziyaadatan(m) fil’ilmi, wabarokatan(m) firrizqi, wataubatan(g) qab’lal maut(s), warohmatan ‘indal maut(s), wamaghfirotan(m) ba’dal maut(s), Allahumma hawwin ‘alainaa fii sakarootil maut(s), wannajata minan-naar, wal ‘afwa ‘indal hisaab. Robbanaa laaa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaitanaa wahab lanaa milladun(g)ka rohmatan innaka antal wahhaab.

Artinya:

“Allah Tuhan kami, kami memohon kepada Engkau keselamatan dalam agama, kesehatan dalam tubuh, bertambah ilmu, keberkahan dalam rezeki, tobat sebelum mati, rahmat ketika mati, dan ampunan sesudah mati. Allah Tuhan kami, mudahkanlah kami ketika sekarat, lepaskanlah dari api neraka, dan mendapat kemaafan ketika dihisab. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).”

Allohumma inna nas-aluka bi anna nasyhadu annaka, anta Allooh laa ilaaha illa antal ahadush shomad, alladzii lam yalid’ walam yuulad’, walam yakul lahu kufuwan ahad’.

Artinya:

“Allah Tuhan kami, kami mohon kepada-Mu, karena kami menyaksikan, Engkau Allah tiada Tuhan selain-Mu, Maha Esa, tempat meminta, tidak melahirkan atau dilahirkan, tiada serupa dengan apapun juga.”

Allohumma inna nas-aluka bi anna lakal hamdu, laa ilaaha illa anta, wahdaka laa syariika laka al-mannan, yaa badii’ as samaawati wal-ardho, yaa dzal jalaali wal-ikrom, yaa hayyu yaa qoyyum, inna nas-aluka-al-jannah, wa na’uudzu bika minan-nar.

Artinya:

“Allah Tuhan kami, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu, karena bagi-Mu segala pujian, tiada Ilah yang berhak disembah kecuali Engkau semata, yang tiada sekutu bagi-Mu, yang Maha Pemberi Karunia, wahai Pencipta langit dan bumi, wahai Zat Yang Maha Tinggi lagi Maha Mulia, wahai yang Maha Hidup, wahai Zat yang Berdiri Sendiri, sesungguhnya kami meminta kepada-Mu surga, dan kami memohon perlindungan kepada-Mu dari api neraka”.

Robbi auzi’niiy an asykuro ni’matakal latiiy an’amta ‘alayya, wa ‘alaa waalidayya, wa an a’malan shoolihan tardhoohu, wa adkhilniiy bi rohmatika fiiy ‘ibaadikash shoolihiiyn.

Artinya:

“Ya Tuhanku, limpahkanlah kepadaku karunia untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai, dan masukkan aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Robbanaa laa tu-aakhidznaa in nasiiynaa au akhto‘naa, Robbanaa wa laa tahmil ‘alaynaa ishron(g) ka maa hamaltahuu ‘alal ladziiyna min(g) qoblinaa, Robbanaa wa laa tuhammilnaa maa laa thooqota-lanaa-bihii, wa’fu’annaa, wagh fir lanaa, war hamnaa anta maulaanaa fan shurnaa ‘alal qoumil kaafiriiyn.

Artinya:

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma`aflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.

Alloohumma mushorrifal quluubi, shorrif quluu binaa ‘alaa thoo ‘atik.

Artinya:

“Ya Allah yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami untuk selalu taat kepada-Mu.”

Allohumma anta robbi, laa ilaaha illa anta kholaq‘tanii wa-nahnu a’bduka wa-nahnu a’laa a’hdika wawa ‘dika mastatho’tu, nau’dzubika min syarri maa shona ‘tu, abu-u laka bini’matika ilayya, wa abu-u bidzanban faghfir lana, fainnahu laa yaghfirudz-dzunuuba illa anta kullah.

Artinya:

“Allah Tuhan kami, Engkaulah Rabb kami, tiada Tuhan kecuali Engkau yang menjadikan kami, kami ini adalah hamba Engkau. Kami berada pada sumpah dan janji-Mu menurut kesanggupan kami. Kami berlindung kepada-Mu dari dosa-dosa yang kami perbuat. Kami sadari benar betapa banyak nikmat yang Engkau karuniakan kepada kami, juga kami sadari betapa banyak kesalahan-kesalahan yang kami buat. Maka ampunilah dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan kami. Sesungguhnya tidak ada yang akan mengampuni dosa-dosa selain Engkau semua.”

Alloohumma inni ‘abdukabnu ‘abdi kabnu amatika, naa shiyatii biyadi ka, maa dhin(m) fii hukmika, ‘ad lu fii kodhoo i ka, as alukalloohumma bikullismin(g) huwalaka sammayta bi hii nafsaka, au ‘allamtahu ahadann(g) min(g) kholqika, au anzaltahu fii kitaa bika, awistan tsur ta bihi fii ‘ilmilghoybi ‘indaka, an taj alal qur aanal ‘adziima, robii ‘a qolbii wa nuu roo shodrii, wa ja’ala a huznii, wa dzi haa ba hammii illaa adz haballoohu ‘azza, wa jalla hammahu, wa huz nahu, wa abda lahu makaa nahu farohaa.

Artinya:

“Allah Tuhanku, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu, anak hamba perempuan-Mu. Ubun-ubunku ada pada kekuasaan-Mu. Keputusan-Mu adalah adil dan itu merupakan takdir-Mu. Aku memohon kepada-Mu Allah Tuhanku dengan segala nama yang Engkau miliki, yang dengannya Engkau namakan diri-Mu, atau yang telah Engkau ajarkan kepada salah seorang dari makhluk-Mu, atau yang telah Engkau turunkan di dalam kitab-Mu, atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib-Mu, agar Engkau jadikan Al Qur-an yang mulia sebagai pemenuh hatiku, cahaya dadaku, pengusir kepedihanku, dan penghapus kesusahanku.”

Alloohumma innii as a luka bi’ilmikal ghoybi wa qudrotika ‘alal kholaqo, ahyinii maa ‘ilmatil-hayaatu khoyrollii, watawaf-fanii i-dzaa kaanatil wafaatu khoyrollii, Alloohumma innii as a luka khosy-yataka fil-ghoybi wasy-syahaadah, wa as a lukal kalimatal haqqi(o), wal’ad-li fil ghodhobi warridhoo, wa as a lukal qoshda fil faq(o)ri wal ghinaa, wa as a luka na’iimaan laa yubiid, wa as a luka qurro ta ‘ainiil laa tang-fud, walaa tan(g)qothi’u, wa as-alukar-ridhoo ba’dal-qo-dhoo-i , wa as a luka bar dal ‘aysyii ba’dal maut(s), wa as a luka ladz dzatan-nadzri i laa waj’hika, wa as a lukasysyau qo ilaa liqoo ika fii ghoyri dhorro-in(m) mudhirroh, wa laa fitnatiin(m) mudhillah, Alloohumma zayyinnaa biziynatil iimaa ni waj’ ‘alnaa hudaa ta(m) muhtadiin.

Artinya:

“Allah Tuhanku, berdasarkan pengetahuan-Mu terhadap hal-hal yang gaib dan kemampuan-Mu untuk menciptakan, hidupkanlah aku jika Engkau mengetahui bahwa kehidupan itu lebih baik bagiku dan matikanlah aku jika kematian itu lebih baik bagiku. Allah Tuhanku, aku memohon kepada-Mu untuk takut kepada-Mu di alam ghoib dan alam nyata, dan aku memohon kepada-Mu ucapan yang baik pada saat marah dan ridho, dan aku memohon kepada-Mu hemat pada waktu miskin dan kaya, dan aku memohon kepada-Mu nikmat yang tidak punah, dan aku memohon kepada-Mu kesenangan yang tidak habis dan tidak terputus, dan aku memohon kepada-Mu untuk ridho menerima ketentuan, dan aku memohon kepada-Mu untuk dihidupkan kembali setelah mati, dan aku memohon kepada-Mu kenikmatan memandang wajah-Mu, dan aku memohon kepada-Mu agar aku rindu untuk bertemu dengan-Mu, bukan di dalam kesengsaraan yang membahayakan dan bukan pula pada waktu menghadapi kejahatan yang menyesatkan. Allah Tuhanku hiasilah kami dengan hiasan iman dan jadikanlah kami orang-orang yang memberikan petunjuk dan mendapatkan petunjuk.”

Alloohumma inni as a luka minn faj’a til khoyr, wa a’uudzu bika minn faj’a tissyar.

Artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu kebaikan yang tiba-tiba, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang tiba-tiba.” (Khasiat Dzikir & Do’a : 210)

Alloohumma a’innii ‘alaa dzikrika wasyukrika wahusni ‘ibaadatik.

Artinya:

Allah Tuhan kami, berikanlah kami kemampuan untuk selalu berzikir kepada-Mu, mensyukuri rahmat-Mu dan membaguskan ibadah kepada-Mu.

Alloohummaj’alna syakuroo, waj’alna shobuuroo, waj’alna fii ‘ainii shoghiiroo, wafii a’yuninnaasi kabiiroo.

Artinya:

“Allah Tuhan kami, jadikanlah kami orang yang pandai bersyukur, jadikanlah kami orang yang bersabar, dan jadikanlah kami orang yang menurut pandangan kami, kami ini kecil dan dalam pandangan manusia kami adalah orang besar.”

Alloohummaj’ al ’amalii kullahu shoolihaa, waj’ a’lhuli waj’ hika khoo lishoo, wa laa taj’ ‘al lii hadi(m) fiihi say’aa.

Artinya:

“Allah Tuhanku, jadikanlah semua amal perbuatanku sebagai amal yang saleh, jadikanlah amal perbuatanku itu ikhlas hanya kepada-Mu, dan sedikitpun jangan Engkau jadikan amalku itu untuk selain Engkau.

Alloohummaj’al sariirotii khoyrommin ‘alaa niyatii waj’al ‘alaa niyatii shoo lihah.

Artinya:

“Ya Allah, jadikanlah batinku lebih baik dari zhahirku dan jadikanlah zhahirku lebih baik lagi.”

Alloohummakfinii bihalalika ‘an haroomik, waghninii bifadlika ‘amman siwaak.

Artinya:

“Allah Tuhanku, cukupkanlah aku dengan rezeki halal-Mu agar terhindar dari rezeki haram-Mu, dan cukupkanlah aku dengan anugerah-Mu agar terhindar dari anugerah selain-Mu.”

Alloohummaj’al fi qolbi nuuroon(w), wa fii nafsii nuuroon(w), wa fii lisani nuuroon(w), wa fi bashori nuuroon(w), wa fi sam’i nuuroon(w), wa fi amaami nuuroon(w), wa fii kholfi nuuroon(w), wa faoqi nuuroon(w), wa takhti nuuroon(w), wa’an jamiini nuuroon(w), wa’an yaasari nuuroon(w), wa fi dami nuuroon(w), wa fi lahmi nuuroon(w), waj’ alli nuuroon(w), wa’ dhizimli nuuroon(w).

Artinya:

“Allah Tuhanku berilah cahaya pada hatiku, pada jiwaku, pada lisanku, pada penglihatanku, pada pendengaranku, dihadapanku, dibelakangku, diatasku, dibawahku, dikananku, disebelah kiriku, pada kemudahanku, di dalam darahku, di dagingku, jadikanlah seluruh tubuhku bercahaya dan besarkanlah cahaya itu bagiku.”

Alloohumma ashlihna diynalladziy huwa ishmatu amriy, wa ashlihna dunyaa yallatiy fiyhaa ma’aa siy, wa ashlihna aaakhirotillatiy ilayhaa ma’aa diy, waj’ali hayaata ziyaadatan liy fi kulla khoyrin, waj’alilmawta rohmatan liy min(g) kulla syarron.

Artinya:

“Allah Tuhanku perbaikilah aku dalam beragama, karena dengan agama itu menjadi sandaran bagi segala urusanku, perbaikilah pula duniaku yang merupakan penghidupanku, perbaiki pula akheratku yang akan menjadi tempat kembaliku, jadikanlah hidup ini tambahan bagiku dengan berbagai kebaikan serta jadikanlah kematianku sebagai tempat istirahatku dari segala keburukan.”

Robbi a inni wa laa tu’in ‘alayy(a), wanshur nii wa laa tan shur ‘alayy(a), wamkur lii wa laa tamkur ‘alayy(a), wahdinii wa yassiril hudali, wan shurnii ‘ala man(m)bago ‘alayy(a), robbij’ ‘alnii laka syaa kiroo, laka dzaa kiroo, laka roo hibaa, laka mi(to)waa ‘aa, ilayka mukhbitaan aw muniibaa, taqobbal tawbatii, waghsil hau batii, wa a jib’ da’ watii, wa tsabbit hujjatii, wahdi qolbii, wa saddir lisaanii, waslul sakhiimata qolbii.

Artinya:

“Ya Tuhanku, bantulah aku dan janganlah Engkau menyusahkanku, tolonglah aku dan janganlah Engkau mengabaikanku, bimbinglah aku dan janganlah Engaku memberikan makar kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku dan mudahkanlah petunjuk itu bagiku, dan tolonglah aku dalam mengalahkan orang yang berbuat jahat kepadaku. Ya Tuhanku, jadikanlah aku sebagai orang yang senantiasa bersyukur kepada-Mu, selalu ingat kepada-Mu, selalu berharap kepada-Mu, yang tunduk kepada-Mu. Hanya kepada-Mu-lah aku kembali. Ya Tuhanku, terimalah taubatku, bersihkanlah dosa-dosaku, perkenankanlah doaku, teguhkanlah hujjahku, tunjukkanlah hatiku, luruskanlah ucapanku, dan binasakanlah kedengkian dalam dadaku.”

Ilahi qolbi mahjub, wa nafsi ma’yub, wa ‘aqli maghlub, wa hawa-i ghalib, wa tho’ati qolil, wa ma’shiyati katsir, wa lisani muqirrun bil-dzunub, fa kaifa khilati ya sattarol ‘uyub, wa ya ‘allamal ghuyub, ighfir dzunnubi kullaha bi hurmati Muhammadin wa ali Muhammad.

Artinya:

“Ya Tuhanku, hatiku ini telah tertutupi hijab, jiwaku ini telah dipenuhi aib, akalku ini telah dikalahkan, hawa nafsuku ini telah mengalahkan, ketaatanku sangat sedikit, maksiatku sangat banyak, lidahku mengakui dosa-dosanya, maka bagaimana kesudahannya, wahai Yang Maha Penutup segala aib, wahai Yang Mahatahu segala yang gaib, ampunilah dosa-dosaku semua, demi keagungan Muhammad dan keluarganya.”

Robbi zidna ‘ilmaa, warzuq(o)na fahmaa

Artinya:

“Ya Tuhan kami, tambahilah ilmu kami, dan pertinggilah kecerdasan kami.”

Robbi hab‘li hukmaan wa alhiq(o)nii bissoolihinn.

Artinya:

“Tuhan-ku, berilah aku ilmu pengetahuan yang luas dan himpunlah aku dengan orang-orang yang shaleh.”

Laa ilaaha illaa anta subhaanaka inni kuntu minazhzhoolimin.

Artinya:

“Tidak ada Tuhan melainkan Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”

“Ya Allah, jadikanlah diriku dari golongan orang-orang berakal yang mengerti tentang dzat-Mu.”

“Ya Allah Ya Al-Haqq Ya ‘aliimu Ya Hakim, ajarkanlah kepadaku Al-Hikmah”

“Ya Allah, lindungilah diri kami dengan keselamatan.”

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya kenikmatan-Mu bagiku dan beralihnya keselamatan-Mu dariku, dan datangnya bencana dengan tiba-tiba dari sisi-Mu dan dari murka-Mu terhadapku.”

“Allah Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari segala amal perbuatan yang mengecewakanku, aku berlindung kepada-Mu dari teman yang menggangguku, aku berlindung kepada-Mu dari angan-angan yang melalaikanku, aku berlindung kepada-Mu dari kemelaratan yang melupakan diriku, dan aku berlindung kepada-Mu dari kekayaan yang menyebabkanku melampaui batas.”

“Allah Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari dosa yang bisa menggugurkan amal baik, aku berlindung kepada-Mu dari dosa yang bisa menyegerakan datangnya balasan, aku berlindung kepada-Mu dari dosa yang bisa menghalangi terijabahnya do’a, aku berlindung kepada-Mu dari dosa yang bisa meruntuhkan penjagaan, dan aku berlindung kepada-Mu dari dosa yang bisa membawa pada penyesalan yang berkepanjangan.”

“Aku berlindung kepada kalimat-kalimat Allah yang sempurna, yang tidak dapat dilampaui orang yang baik dan yang buruk, dari kejahatan yang diciptakan, yang didatangkan dan yang dijadikan-Nya, dari kejahatan yang diturunkan langit, dari kejahatan yang tersimpan di bumi, dari kejahatan yang keluar bumi, dari kejahatan cobaan malam dan cobaan siang, dari kejahatan setiap yang datang kecuali sesuatu yang datang dengan kebaikan, wahai Yang Maha Pengasih.”

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu dari sahabat yang lalai, teman yang buruk dan isteri yang tercela.”

“Aku berlindung kepada Allah dari caci maki musuh, dari obat yang sangat sulit dicari, dari menentang jalan yang lurus, dari fitnah dan rahasia yang terbongkar, dari ghibah dan buhtan.”

“Aku berlindung kepada Allah dari memakan barang haram, dari tidak mendapatkan taufiq untuk mengerjakan amal soleh, dari menghancurkan kehidupan dengan menyalahi petunjuk orang-orang yang benar, dari ide yang menyebabkan kesesatan, dari niat yang ujungnya menimbulkan dosa, dari keinginan yang memunculkan keburukan, dan dari meninggalkan kemudahan dan kembali pada kesulitan. “

“Aku berlindung kepada Allah dari perkara yang tercerai berai, dari sedikit bersyukur, dari enggan untuk bertaubat, dan dari murka Tuhan dari segala sesuatu yang dianggap Tuhan.”

“Aku berlindung kepada Allah agar tidak berada jauh dan terpisah dari Allah, dari melawan Dzat Yang Maha Raja lagi Maha Pencipta, dari berselisih setelah sebelumnya bersatu, dari musuh yang iri hati, dari hati yang rusak, dan dari badan yang enggan melakukan ketaatan.”

“Aku berlindung kepada Allah dari celaka setelah sebelumnya berbahagia, dari alpa setelah sebelumnya hendak mengerjakan kebaikan, dari kekurangan setelah sebelumnya berlebihan, dari kafir setelah sebelumnya beriman, dari terputus dan dilarang mendapatkan kenikmatan, dari tunduk kepada setan, dan dari melanggar janji.”

“Ya Allah, ampunilah aku atas segala dosaku dan kesalahanku. Ya Allah, segarkanlah diriku dan cukupkanlah aku dari segala kekurangan, serta berilah aku petunjuk kepada amal saleh dan akhlak (yang saleh). Sesungguhnya tidak ada seorang pun yang dapat menunjukkan kepada amal dan akhlak yang saleh serta tidak ada seorang pun yang dapat memalingkan diri dari amal dan akhlak yang buruk kecuali Engkau.” (Khasiat Dzikir & Do’a : 183)

“Allah Tuhanku, aku memohon kepada-Mu agar dapat mengerjakan berbagai kebaikan, meninggalkan kemunkaran, dan mencintai orang-orang miskin. Seandainya Engkau menghendaki fitnah bagi manusia, kembalikanlah aku kepada-Mu tanpa terkena fitnah.”

“Allah Tuhanku, jadikanlah aku hamba yang senantiasa bersyukur kepada-Mu, selalu ingat kepada-Mu, takut kepada-Mu, tunduk patuh kepada-Mu, dan senantiasa khusyu’ menghadap-Mu.”

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu segala kebaikan di dunia dan di akhirat yang aku ketahui atau yang tidak aku ketahui. Aku berlindung kepada-Mu dari segala keburukan di dunia dan di akhirat yang aku ketahui atau yang tidak aku ketahui. Aku memohon surga kepada-Mu dan semua cara yang mengantarkan ke sana, baik ucapan maupun perbuatan. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka dan semua jalan yang mengantarkan ke sana, baik ucapan maupun perbuatan. Aku memohon kepada-Mu kebaikan dari semua yang diminta oleh hamba-Mu dan rosul-Mu, Muhammad SAW. Aku berlindung kepada-Mu dari segala keburukan yang hamba-Mu dan rosul-Mu, Muhammad SAW telah memohon kepada-Mu untuk dilindunginya. Aku memohon kepada-Mu agar Engkau menjadikan akhir segala perkara yang telah Engkau tetapkan untukku baik bagiku.”

“Allah Tuhanku sesungguhnya ada dosa yang aku lakukan terhadap-Mu, dan ada juga terhadap hamba-hamba-Mu. Apa yang terhadap-Mu, kumohon kiranya Engkau ampuni, dan apa yang terhadap hamba-hamba-Mu, kumohon kiranya Engkau ambil alih dariku.”

“Allah Tuhanku, sesungguhnya Engkau mengetahui rahasia dan terang-teranganku, maka terimalah permohonan maafku. Engkau mengetahui apa-apa yang ada di dalam jiwaku, maka ampunilah dosa-dosaku. Engkau mengetahui kebutuhanku, maka berikanlah permintaanku. Allah Tuhanku, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu iman yang menyentuh kalbuku dan keyakinan yang sungguh-sungguh, sehingga aku mengetahui bahwa Engkau tidak akan memberikan musibah kepadaku, kecuali apa yang telah Engkau tuliskan untukku. Aku juga meminta kerelaan atas apa-apa yang telah Engkau putuskan bagiku.”

“Ya Allah, janganlah Engkau biarkan disisi kami satu dosapun kecuali Engkau ampuni, tidak juga satu hajat duniawi atau ukhrowi – yang Engkau Ridhoi – kecuali Engkau penuhi, wahai Allah yang kasih-Nya mengatasi semua pengasih.”

“Allah Tuhanku, berilah aku petunjuk sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk, berilah aku kesehatan sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri kesehatan, berilah aku perlindungan sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri perlindungan, berilah berkah pada barang-barang yang telah Engkau berikan kepadaku. Jauhkanlah aku dari kejahatan yang telah Engkau pastikan, karena sesungguhnya hanya Engkaulah yang dapat memastikan segala sesuatu, dan tidak ada lagi yang berkuasa di atas-Mu. Sesungguhnya tidak akan terhina orang yang mendapat perlindungan-Mu, dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Engkau penuh berkah wahai Tuhan kami Yang Maha Tinggi. Semoga shalawat senantiasa terlimpah kepada nabi Muhammad.”

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah Maha Pencipta Yang Maha Agung, sesungguhnya Engkau adalah Maha Mendengar lagi maha Mengetahui, sesungguhnya Engkau Pengampun lagi Maha Pengasih, sesungguhnya Engkau adalah Tuhan ‘Arsy yang Agung. Ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah yang Maha Baik lagi Maha Mulia, ampunilah aku, rahmatilah aku, sehatkanlah aku, berilah aku rizki, tutupilah aibku, bahagiakanlah aku, angkatlah derajatku dan janganlah Engkau sesatkan aku, serta masukkanlah aku ke dalam surga dengan rahmat-Mu wahai Yang Paling Pengasih.”

Ya Allah, anugerahkanlah rezeki kepada kami dengan takwa dari sisi-Mu, yang akan bisa memperbaiki amal-amal kami dan akhlak kami. Sebagaimana kami mohon rasa takut kepada-Mu, berharap akan ridho-Mu, selalu bergantung kepada-Mu, beramal soleh untuk-Mu dan memperoleh keutamaan dari-Mu. Anugerahkanlah kepada kami rezeki takwa dalam keadaan sembunyi sebelum terang-terangan, takwa batin sebelum takwa lahir. Dan jadikanlah kami takut kepada-Mu seolah kami melihat-Mu. Janganlah Engkau hinakan kami dengan bermaksiat kepada-Mu. Janganlah Engkau jadikan dunia ini sebesar-besar keinginan kami dan batas ilmu kami, wahai Dzat Yang paling Rohim!

“Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik usiaku adalah yang terakhir, dan sebaik-baik amalku adalah yang pamungkas. Dan jadikanlah sebaik-baik hariku adalah hari ketika aku menghadap kepada-Mu.” (Khasiat Dzikir & Do’a : 183)

“Ya Allah, singkapkanlah kesulitan dan musibah dari kami. Kembalikanlah pandangan terang mata hati kami setelah sebelumnya buta tidak mampu melihat.”

“Ya Allah, mudahkanlah kami untuk segala sesuatu yang mudah dan jauhkanlah kami untuk segala sesuatu yang sulit.”

“Ya Allah, tunjukkan kami dengan hidayah dan jagalah kami dengan ketakwaan. Ampunilah kami dengan ampunan di dunia dan akhirat.”

“Wahai Dzat yang pendengaran-Nya tidak dihalangi oleh pendengaran. Wahai Dzat yang tidak dibingungkan oleh berbagai permasalahan. Wahai Dzat yang tidak pernah bosan dengan desakan dan permintaan hamba-Nya, karuniakanlah kepadaku sejuknya ampunan-Mu dan manisnya rahmat-Mu.”

“Wahai Yang Awal, wahai Yang Akhir, aku memohon demi kebenaran namaku pada Asma-Mu, dan sifatku pada Sifat-Mu, dan urusanku pada Urusan-Mu, pilihanku pada Pilihan-Mu, jadikanlah bagiku sebagaimana engkau berikan kepada wali-wali-Mu dan masukkan diriku dalam berbagai hal pada jalan masuk yang benar, dan keluarkanlah diriku tempat keluar yang benar, dan berikanlah padaku, dari sisi-Mu kekuasaan yang menolong.”

“Ya Allah, luaskanlah rezeki padaku dari duniaku, dan janganlah engkau jadikan hijab dengannya (rezeki dunia) itu terhadap akhiratku. Jadikanlah tempatku disisi-Mu selamanya di hadapan-Mu, senantiasa memandang dari-Mu kepada-Mu. Tampakkanlah Wajah-Mu dan tampakkanlah padaku dari penglihatan dan dari segala sesuatu selain-Mu. Hapuskanlah penghalang antara diriku dengan Diri-Mu. Wahai Dzat yang Dia adalah Maha Awal, Maha Akhir, Maha Dzahir, Maha Batin, dan Dia adalah Maha Tahu atas segala sesuatu.”

“Ya Allah, lapangkanlah dunia untuk hamba tetapi jadikanlah hamba berzuhud didalamnya, janganlah Engkau sempitkan dunia untuk hamba tetapi hamba berminat padanya.”

“Ya Allah jadikanlah hamba hari ini sibuk dengan kegiatan yang akan hamba pertanggungjawabkan esok.”

“Ya Allah, bila Engkau telah memutuskan diri kami termasuk golongan orang-orang celaka, maka hapuslah (ketentuan diri) kami. Dan tentukanlah kami termasuk golongan orang-orang yang bahagia.”

“Ya Allah, tunjukkanlah kepadaku kebaikan-kebaikanku dan bimbinglah aku pada jalan yang lurus. Ya Allah, perlakukanlah aku dengan ampunan-Mu. Ya Allah, sesungguhnya dosa-dosaku tidak merugikan-Mu, dan curahan rahmat-Mu kepadaku tidak mengurangi-Mu, maka ampunilah aku apa yang tidak merugikan-Mu dan karunialiah aku apa yang tidak memberikan keuntungan bagi-Mu.”

“Ya Allah, berikanlah kepada kami manfaat dari apa yang Engkau ajarkan kepada kami, dan ajarilah kami apa yang bermanfaat untuk kami. Dan berilah kepada kami tambahan ilmu dan segala puji bagi-Mu dalam segala hal.”

“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada nabi Muhammad sebanyak orang yang membaca shalawat kepada beliau dan limpahkanlah shalawat kepada nabi Muhammad sebanyak orang yang tidak membaca shalawat kepada beliau. Limpahkanlah shalawat kepada nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah memerintahkan membaca shalawat kepada beliau. Limpahkanlah shalawat kepada nabi Muhammad sebagaimana Engkau senang membaca shalawat kepada beliau. Limpahkanlah shalawat kepada nabi Muhammad sebagaimana selayaknya bacaan shalawat dhaturkan pada beliau.”

“Ya, Allah limpahkanlah shalawat kepada nabi Muhammad sebanyak jumlah tetesan air hujan, sebanyak jumlah pasir di lembah, sebanyak jumlah daun-daun pepohonan, sebanyak buih di samudra, sebanyak air sungai, seberat pegunungan dan bebatuan, sebanyak ahli surga dan neraka, serta sebanyak orang-orang yang baik dan durhaka.”

Read Full Post »

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Ya Allah…
Seandainya telah Engkau catatkan…
Dia milikku tercipta buatku…
Satukanlah hatinya dengan hatiku…
Titipkanlah kebahagiaan antara kami…
Agar kemesraan itu abadi…

Ya Allah…
Ya Tuhanku yang Maha Mengasihani…
Seringkanlah kami melayari hidup ini…
Ketepian yang sejahtera dan abadi…
Maka jodohkanlah kami…
Tetapi Ya Allah…
Seandainya telah Engkau takdirkan
Dia bukan milikku…
Bawalah dia jauh daripada pandanganku…
Luputkanlah dia dari ingatanku…
Dan periharalah aku dari kekecewaan…

Ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti…
Berikanlah aku kekuatan…
Menolak bayangannya jauh ke dada langit…
Hilang bersama senja yang merah…
Agarku sentiasa tenang…
Walaupun tanpa bersama dengannya…

Ya Allah yang tercinta…
Pasrahkanlah aku dengan takdir-Mu…
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan
Adalah yang terbaik untukku…
Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui…
Segala yang terbaik buat hamba-Mu ini…

Ya Allah…
Cukuplah Engkau sahaja yang menjadi pemeliharaku…
Di dunia dan akhirat…
Dengarkanlah rintihan daripada hamba-Mu
yang daif ini…
Jangan Engkau biarkan aku sendirian…
Di dunia ini mahupun di akhirat…
Menjuruskan aku ke arah kamaksiatan dan kemungkaran…
Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman…
Agar aku dan dia sama-sama dapat
membina kesejahteraan hidup…
Ke jalan yang Engkau redhai…
Dan kurniakanlah kepadaku keturunan yang
soleh dan solehah…

Ya Allah…
Berikanlah kami kebahagiaan di dunia dan akhirat…
Dan periharalah kami dari azab api Neraka…
Amin…amin…Ya rabbal ‘aalamin.

Read Full Post »

DOA IFTITAH

ALLAAHU AKBARU KABIIRAA WAL HAMDU LILLAAHI KATSIIRAA WASUBHAANALLAAHI BUKRATAW WAASHIILAA.

Allah Maha Besar, Maha Sempurna Kebesaran-Nya. Segala Puji Bagi Allah, Pujian Yang Sebanyak-Banyaknya. Dan Maha Suci Allah Sepanjang Pagi Dan Petang.

INNII WAJJAHTU WAJHIYA LILLADZII FATHARAS SAMAAWAATI WAL ARDHA HANIIFAM MUSLIMAW WAMAA ANA MINAL MUSYRIKIIN.

Kuhadapkan Wajahku Kepada Zat Yang Telah Menciptakan Langit Dan Bumi Dengan Penuh Ketulusan Dan Kepasrahan Dan Aku Bukanlah Termasuk Orang-Orang Yang Musyrik.

INNA SHALAATII WANUSUKII WAMAHYAAYA WAMAMAATII LILLAAHIRABBIL ‘AALAMIIN.

Sesungguhnya Sahalatku, Ibadahku, Hidupku Dan Matiku Semuanya Untuk Allah, Penguasa Alam Semesta.

LAA SYARIIKA LAHUU WA BIDZAALIKA UMIRTU WA ANA MINAL MUSLIMIIN.

Tidak Ada Sekutu Bagi-Nya Dan Dengan Demikianlah Aku Diperintahkan Dan Aku Termasuk Orang-Orang Islam.

AL-FATIHAH

BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM.

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.

AL HAMDU LILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN.

Segala Puji Bagi Allah, Tuhan Semesta Alam.

ARRAHMAANIR RAHIIM.

Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.

MAALIKIYAUMIDDIIN.

Penguasa Hari Pembalasan.

IYYAAKA NA’BUDU WAIYYAAKA NASTA’IINU.

Hanya Kepada-Mu lah Aku Menyembah Dan Hanya Kepada-Mu lah Aku Memohon Pertolongan.

IHDINASH SHIRAATHAL MUSTAQIIM.

Tunjukilah Kami Jalan Yang Lurus.

SHIRAATHAL LADZIINA AN’AMTA ‘ALAIHIM GHAIRIL MAGHDHUUBI ‘ALAIHIM WALADHDHAALLIIN. AAMIIN.

Yaitu Jalannya Orang-Orang Yang Telah Kau Berikan Nikmat, Bukan Jalannya Orang-Orang Yang Kau Murkai Dan Bukan Pula Jalannya Orang-Orang Yang Sesat.

R U K U’

SUBHAANA RABBIYAL ‘ADZIIMI WA BIHAMDIH. – 3 x

Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung Dan Dengan Memuji-Nya.

I’TIDAL

SAMI’ALLAAHU LIMAN HAMIDAH.

Semoga Allah Mendengar ( Menerima ) Pujian Orang Yang Memuji-Nya ( Dan Membalasnya ).

RABBANAA LAKAL HAMDU MIL’US SAMAAWATI WA MIL ‘ULARDHI WA MIL ‘UMAASYI’TA MIN SYAI’IN BA’DU.

Wahai Tuhan Kami ! Hanya Untuk-Mu lah Segala Puji, Sepenuh Langit Dan Bumi Dan Sepenuh Barang Yang Kau Kehendaki Sesudahnya.

SUJUD

SUBHAANA RABBIYAL A‘LAA WA BIHAMDIH. – 3 x

Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi Dan Dengan Memuji-Nya.

DUDUK DIANTARA DUA SUJUD

RABBIGHFIRLII WARHAMNII WAJBURNII WARFA’NII WARZUQNII WAHDINII WA’AAFINII WA’FU ‘ANNII.

Ya Tuhanku ! Ampunilah Aku, Kasihanilah Aku, Cukupkanlah ( Kekurangan )-Ku, Angkatlah ( Derajat )-Ku, Berilah Aku Rezki, Berilah Aku Petunjuk, Berilah Aku Kesehatan Dan Maafkanlah ( Kesalahan )-Ku.

TASYAHUD AWAL

ATTAHIYYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWATUTH THAYYIBAATU LILLAAH.

Segala Kehormatan, Keberkahan, Rahmat Dan Kebaikan Adalah Milik Allah.

ASSALAAMU ‘ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH.

Semoga Keselamatan, Rahmat Allah Dan Berkah-Nya ( Tetap Tercurahkan ) Atas Mu, Wahai Nabi.

ASSALAAMU ‘ALAINAA WA ‘ALAA ‘IBADADILLAAHISH SHAALIHIIN.

Semoga Keselamatan ( Tetap Terlimpahkan ) Atas Kami Dan Atas Hamba-Hamba Allah Yang Saleh.

ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH. WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH.

Aku Bersaksi Bahwa Tidak Ada Tuhan Selain Allah. Dan Aku Bersaksi Bahwa Muhammad Adalah Utusan Allah.

ALLAAHUMMA SHALLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD.

Wahai Allah ! Limpahkanlah Rahmat Kepada Penghulu Kami, Nabi Muhammad !.

TASYAHUD AKHIR

ATTAHIYYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWATUTH THAYYIBAATU LILLAAH.

Segala Kehormatan, Keberkahan, Rahmat Dan Kebaikan Adalah Milik Allah.

ASSALAAMU ‘ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH.

Semoga Keselamatan, Rahmat Allah Dan Berkah-Nya ( Tetap Tercurahkan ) Atas Mu, Wahai Nabi.

ASSALAAMU ‘ALAINAA WA ‘ALAA ‘IBADADILLAAHISH SHAALIHIIN.

Semoga Keselamatan ( Tetap Terlimpahkan ) Atas Kami Dan Atas Hamba-Hamba Allah Yang Saleh.

ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH. WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH.

Aku Bersaksi Bahwa Tidak Ada Tuhan Selain Allah. Dan Aku Bersaksi Bahwa Muhammad Adalah Utusan Allah.

ALLAAHUMMA SHALLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD ( tasyahud awal ) WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD.

Wahai Allah ! Limpahkanlah Rahmat Kepada Penghulu Kami, Nabi Muhammad Dan Kepada Keluarga Penghulu Kami Nabi Muhammad.

KAMAA SHALLAITAA ‘ALAA SAYYIDINAA IBRAAHIIM WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA IBRAAHIIM.

Sebagaimana Telah Engkau Limpahkan Rahmat Kepada Penghulu Kami, Nabi Ibrahim Dan Kepada Keluarganya.

WA BAARIK ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD.

Dan Limpahkanlah Berkah Kepada Penghulu Kami, Nabi Muhammad Dan Kepada Keluarganya.

KAMAA BAARAKTA ‘ALAA SAYYIDINAA IBRAAHIIM WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA IBRAAHIIM.

Sebagaimana Telah Engkau Limpahkan Berkah Kepada Penghulu Kami, Nabi Ibrahim Dan Kepada Keluarganya.

FIL ‘AALAMIINA INNAKA HAMIIDUMMAJIID. YAA MUQALLIBAL QULUUB. TSABBIT QALBII ‘ALAA DIINIK.

Sungguh Di Alam Semesta Ini, Engkau Maha Terpuji Lagi Maha Mulia. Wahai Zat Yang Menggerakkan Hati. Tetapkanlah Hatiku Pada Agama-Mu.

Read Full Post »

  • Sewaktu Bepergian.

Allahumma bika asra’iinu wa ‘alayka atawakkalu. Allaahumma dzallil lii shu’uubata amrii wa sahhil ‘alayya masyaqqata safarii warzuqnii minal khayri aktsara mim maa athlubu washrif ‘ annii kulla syarrin. Rabbisyarahlii shadrii wa yassirlii amrii. Allaahumma innii astahfizhuka wa astawdi’uka nafsii wa diinii wa ahlii wa aqaaribii wa kulla maa an’amta ‘alayya wa ‘alayhim bihi min aakhiratin wa dun-yaa, fahfazhnaa ajma’iina min kulli suu’in yaa kariimu, da’waahum fiihaa subhaana kallahumma wa tahiyyatuhum fitha salaamun, wa aakhiru da’waahum ‘anil hamdu lilaahi rabbil ‘ aalamiiina, wa shallallahu ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa’alaa aalihii wa shahbihii wa sallama.

Artinya : Ya Allah, aku memohon pertolongann-Mu dan kepada-Mu aku menyerahkan diri. Ya Allah, mudahkanlah kesulitan urusanku dan gampangkanlah kesukaran perjalananku, berilah padaku rezeki yang baik dan lebih banyak dari apa yang kuminta. Hindarkanlah dariku segala keburukan. Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah segala urusanku.

Ya Allah, kumohon pemeliharaan-Mu dan kutitipkan diriku kepada-Mu, agamaku, keluargaku, kerabatku dan semua yang Engkau ni’matkan padaku dan kepada mereka, semenjak dari akhirat dan dunia. Peliharalah kami semua dari keburukan, Ya Allah Yang Maha Mulia. Do’a mereka (dalam surga) ialah : “Subhaanakallahumma” (artinya : Maha Suci Engkau ya Allah). Ucapan sanjungan mereka di dalamnya ialah : “Salaam” (artinya : keselamatan).

Dan akhir do’a mereka padanya ialah ” “Alhamdulillahi rabbil aalamiin”, (artinya : Segala puji bagi Allah Tuhan seantero alam). Dan semoga Allah menyanjung dan memberi keselamatan kepada Nabi Muhammad saw. Dan kepada keluarganya dan kepada sahabatnya, semoga Allah memberinya keselamatan. (Disebutkan oleh an-Nawawi)

  • Do’a Masuk Pasar.

Bismillahi, allahumma innii as-aluka khayra haadzihiz suuqi wa khayra maa fiihaa, wa a’uudzu bika min syarri haadzihis suuqi wa min syarri maa fiithaa. Allahumma innii a’uudzu bika an ushiiba fiihaa yamiinaam faajiratan aw shafagatan khaasiratan.

Artinya : Dengan nama Allah ya Allah aku memohon pada-Mu kebaikan pasar ini dan kebaikan yang ada di dalamnya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan pasar ini dan dari keburukan yang ada didalamnya. Dan aku berlindung pada-Mu dari sumpah palsu dan dari suatu pembelian atau penjualan yang merugikan. (HR. Hakim)

  • Do’a Keluar Rumah.

“Bismillahi tawakkaltu ‘alallah wa laa haula walaa quwwata illaa billaahi”

Artinya : “Dengan nama Allah aku berserah diri kepada-Nya, dan tiada upaya kecuali dengan pertolongan Allah”

  • Do’a Hendak Masuk Rumah.

“Allaahumma inni as-aluka khairal-muulaji wa khairal mukhroji bismillahi walajnaa wa bismillahi kharajnaa wa-alallaahi rabbina tawak-kalnaa”

Artinya : “Yaa Allah, aku minta kepada-Mu baiknya runah yang kumasuki dan rumah yang kutinggalkan. Dengan nama Allah kami masuk rumah, dengan nama Allah aku keluar rumah, serta kepada-Nya aku berserah diri”

  • Do’a Berpergiaan.

“Allahumma hawwin ‘alainaa safaranaa hadzaa wathwi annaa bu’dahuu, Allahumma antashshaahibu fis-safari wal khaliifatu fil ahli”

artinya : “Ya Allah, mudahkanlah kami berpergian ini, dan dekatkanlah kejauhannya. Ya Allah yang menemani dalam berpergian, dan Engkau pula yang melindungi keluarga”

  • Do’a Naik Kendaraan Darat.

“Subhaanal ladzi sakhkhara lanaa haadzaa wamaa kunnaa lahu muqrinina wa innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuuna”

artinya : “Maha suci Tuhan yang memudahkan ini kendaraan bagi kami, sedangkan kami tiba bisa memudahkan kepada-Nya, dan kepada Allah kami kembali”

  • Do’a Naik Kendaraan Laut.

“Bismillaahi majraahaa wa mursaahaa innaa rabbi laghafuurur rahimu”

artinya : “Dengan nama Allah, yang menjalankan kendaraan ini berlayar dan berlabuh, sesungguhnya Tuhanku Pemaaf lagi Pengasih”

  • Do’a Tiba di Tujuan.

Alhamdulillaahil ladzi sallamanii wal ladzii aawaanii wal ladzii jama’asy syamla bii.

Artinya : Segala puji bagi Allah, yang telah menyelamatkan aku dan yang telah melindungiku dan yang mengumpulkanku dengan keluargaku.

  • Ucapan suami kepada istri dimalam pengantin.

“Allahuma inni as-aluka khaira khairama jabaltaha ‘alaiha. Wa a’udzu bika min syarriha wa syarrima jabaltaha ‘alaihi”

Artinya “Wahai Tuhanku, aku mohon kepada-Mu kebajikannya dan kebajikan tabiatnya, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya dan kejahatan tabiatnya”

  • Do’a Ketika Hendak Bersetubuh.

Bismillaahi, allahumma jannibnasy syaythaana wa jannibisy syaythaana maa razaqtanaa.

Artinya : Dengan nama Allah, ya Allah; jauhkanlah kami dari gangguan syaitan dan jauhkanlah syaitan dari rezki (bayi) yang akan Engkau anugerahkan pada kami. (HR. Bukhari)

  • Bacaan untuk suami istri yang mandul.

“Bismillahir rahmanir rahimi. Rabbi la tadzarni fardan wa anta khairul waritsina”

Artinya : Dengan Nama Allah yang maha pengasih lagi Maha Penyayang. Wahai Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah waris Yang paling baik”

  • Doa minta dianugrahi Istri yang baik dan anak yang shaleh.

“Rabbana hab lana min azwajina wa dzuriyyatina qurrata a’yunin waj’alna lil muttaqina limaman”

Artinya : “Tuhan kami, karuniakanlah kepada kami dari istri-istri kami dan anak cucu kami yang menyenangkan kami dan jadikanlah kami sebagai ikutan bagi orang-orang yang bertaqwa “

(Al-Qur’an S. Al-Furqan : 74)

  • Bacaan merukunkan suami istri yang akan bercerai.

“Wa alqaitu ‘alaika mahabbatan minni wa litushna’a ‘ala ‘aini”
Artinya : “Aku jatuhkan padamu rasa kecintaan dariku dan agar diperbuat oleh kamu atas mataku”

  • Do’a agar anaknya menjadi orang yang berilmu.

“Allahummaj’alni wa auladi wa dzurriyyati min ahlil’ khairi wa la taj’alni wa iyyahummin ahlis su-i wa ahlidh-dgairi warzuqni wa iyyahum ‘ilman nafi’an wa rizqan wa si’an wa khuluqan hasanan wattaufiqa lith-tha’ati wa fahman nabiyyina”

Artinya : “Ya Allah, jadikanlah aku, anak-anakku, dan keluargaku termasuk dari golongan orang yang baik. Dan janganlah Engkau jadikan aku serta mereka dalam golongan orang yang jahat, dan orang yang membuat mudharat. berilah rezeki kepadaku dan kepada mereka berupa ilmu yang bermanfaat, rezeki yang lapang, budi pekerti yang baik, pertolongan untuk taat, dan kepahaman mengenai para nabi”

  • Do’ a untuk kedua orang tua.

“Rabbighfirli waliwalidayya warhamhuma kama rabbayani shaghiran”

Artinya : “Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah serta ibuku, kasihanilah mereka sebagaimana kasih mereka padaku sewaktu aku masih kecil”

  • Do’a sesudah wudhu.

“Asyhadu allaa ilaaha illallaah wahdahu laa syarika lahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu warasuuluhu. Allaahummaj’alni minattawwaabina. waj’alni minal mutathahirina wajalni min’ibadikash shaalihina”

Artinya : “Aku bersaksi tiada Tuhan melainkan Allah dan tidak ada yang menyekutukan bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlan aku orang yang ahli taubat dan jadikanlah aku orang yang suci dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang shaleh”

  • Do’a setelah mendengar Adzan.

“Allaahumma rabba haadzihid da’watit taammati wash shalaatil qaaimati aati Muhammadanil wa shilata walfadhilata wab’ats hu maqaamam mahmuudanil ladzi wa’adtahu”

Artinya : “Yaa Allah, Tuhan yang mempunyai seruan yang sempurna dan shalat yang ditegakkan ini, berikanlah dengan limpah karunia-Mu kepada Nabi Muhammad kedudukan dan keutamaan (paling tinggi) dan limpahkanlah kepadanya tempat yang terpuji yang telah engkau janjikan”(H.R. Muslim, Abu Daud dan Ibnu Majah)

  • Do’a pergi ke Masjid.

“Allaahummaj’al fi qalbi nuuran wa fi lisaani nuuran waj’al fi sam’i nuuran waj’al fi bashari nuuran waj’al min khalfi nuuran wa min amaami nuuran waj’al min fauqihi nuuran wa min tahti nuuran. Allaahumma a’thini nuuran”

Artinya : “Yaa Allah, jadikanlah dalam nur, dalam lisanku nur, jadikanlah dalam pendengaranku nur,dan dalam penglihatanku nur. Jadikanlah dari belakangku dan dari depanku nur. Jadikanlah dari atasku dan dari bawahku nur. Yaa Allah berilah aku nur tersebut”

  • Do’a masuk Masjid.

“Allaahummaftah li abwaaba rahmatika

Artinya : “Yaa Allah, bukakanlah bagiku pintu-pintu rahmat-Mu.”

  • Do’a Keluar Masjid.

“Allaahumma inni as aluka ,im fadhlika

Artinya : “Yaa Allah aku memohon kepada-Mu karunia-Mu”

  • Do’a sebelum shalat.

“Rabbi a’udzubika min hamazaatisy syayaathini wa a’udzubika rabbi ay yahdhurun”

Artinya : “Yaa, Allah, aku berlindung kepada-Mu dari gangguan setan dan aku berlindung kepada-Mu dari kedatangan mereka”

  • Do’a Sujud terakhir sebelum salam.

“Allahumma innaa na’uudzubika min adzaabil qabri wama ‘uudan bika min fitnatil-dajjaali, wana’uudzubika min ditnatilmahyaa wal mamaati. Allahumma innaa na’uudzubika minal ma’tsami wal maghrami”

Artinya : “Yaa Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada Engkau dari adzab kubur dan kami berlindung kepada Engkau dari gangguan dajjal, dan kami berlindung kepada Engkau dari tipu daya hidup dan kematian. Yaa Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada Engkau dari berbagai sumber dosa dan kesukaran hidup”

Read Full Post »

  • Do’a Sebelum Tidur.

Bismika Allahhumma ahyaa wa bismika amuutu.

Artinya : Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan dengan nama-Mu aku mati. (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Do’a Sesudah Bangun Tidur.

Alhamdulillaahil ladzii ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilayhin nusyuuru.

Artinya : Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami setelah mematikan kami. Kepada-Nya-lah kami akan kembali (HR. Bukhari)

  • Do’a Terkejut Bangun Dari Tidur.

A’uudzu bikalimaatillahit tammaati min ghadhabihi wa min syarri ‘ibaadihi wa min hamazaatisy syayaathiini wa an yahdhuruuni.

Artinya : Aku berlindung dengan kalimah Allah yang sempurna dari kemarahan Allah dari kejahatan hamba-hamba-Nya dan dari gangguan setan dan dari kehadiran mereka (HR. Abu Daud dan     Tir-middzi)

  • Do’a Mimpi Baik.

Alhamudlillaahirrabbil ‘alamiina

Artinya : Segala puji bagi Allah Tuhan sekalian alam (HR. Bukhari)

  • Do’a Mimpi Buruk.

Allaahumma innii a;uudzu bika min ‘amalisy syaythaani,

wa sayyi’aatil ahlaami

Artinya : Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan setan dan dari mimpi-mimpi yang buruk (HR. Ibn as-Sani)

  • Do’a Sesudah Duduk Bangun Tidur.

Laa ilaaha illaa anta subhaanaka inni kuntu minaz zhoimin. Allahuma zidnii ‘ilman wa laa tuzigh qalbii ba’da idz hadaitanii wa hablii min ladunka rahmatan innaka antal wahhaabu.

Artinya : Tidak ada Tuhan melainkan Engkau, maha suci Engkau ya Allah, aku minta ampun kepada-Mu tentang dosa-dosaku, dan aku mohon rahmat-Mu tentang dosa-dosaku, dan aku mohon rahmat-Mu. Ya Allah, tambahlah ilmuku dan janganlah Engkau gelincirkan hatiku setelah Engkau memberi petunjuk kepadaku, dan karuniakanlah rahmat untuk-ku daripada-Mu, sesungguhnya Engkaulah yang maha Memberi. (HR. Abu Daud)

  • Do’a Menjelang Shubuh.

Allaahumma innii a’uuzdu bika min dhiiqid dun-yaa wa dhiiqi yaumil qiyaamati.

Artinya : Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesempitan dunia dan kesempitan hari kiamat. (HR. Abu Daud)

  • Do’a Menyambut Datangnya Pagi.

Ashbagnaa wa ashbahal mulku lillaahi ‘Azza wa jalla, wal hamdu lillaahi, wal kibriyaa’u wal ‘azhamatu lillaahi, wal khalqu wal amru wallailu wannahaaru wa maa sakana fiihimaa lillaahi Ta’aalaa. Allahummaj’al awwala haadzan nahaari shalaahan wa ausathahu najaahan, wa aakhirahu falaahan, yaa arhamar raahimiina.

Artinya : Kami telah mendapatkan Shubuh dan jadilah segala kekuasaan kepunyaan Allah, demikian juga kebesaran dan keagungan, penciptaan makhluk, segala urusan, malam dan siang dan segala yang terjadi pada keduanya, semuanya kepunyaan Allah Ta’ala. Ya Allah, jadikanlah permulaan hari ini suatu kebaikan dan pertengahannya suatu kemenangan dan penghabisannya suatu kejayaan, wahai Tuhan yang paling Penyayang dari segala penyayang.

  • Do’a Menyambut Petang Hari.

Amsainaa wa amsal mulku lillaahi walhamdulillahi, laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu. Allahumma innii as’aluka min khairi haadzihil lailati wa khhaiiri maa fiihaa, wa a’uudzu bika min syarrihaa wa syarrimaa fiihaa. Allaahumma innii a’udzuu bika minal kasali walharami wa suu’il kibari wa fitnatid dun-yaa wa ‘adzaabil qabri.

Artinya : Kami telah mendapatkan petang, dan jadilah kekuasaan dan segala puji kepunyaan Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya. Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan malam ini dan kebaikan yang terdapat padanya dan aku berlindung dengan-Mu dari kejahatannya dan kejahatan yang terdapat padanya. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari malas, tua bangka, dan dari keburukan lanjut umur dan gangguan dunia dan azab kubur. (HR. Muslim)

Allaahumma anta rabbii, laa ilaaha illaa anta, ‘alaika tawakakaltu wa anta rabbul ‘arsyil ‘azhiimi, maa syaa’allahu kaana, wa maa lam yasya’ lam yakun. Laa haula wa laa quwwata illaa billahil ‘alliyyil ‘azhiimi. A’lamu annallaaha ‘alaa kuli syai’in qadiirun, wa annallahu qad ahaatha bukillin syai’in ‘ilman. Allahumma innii a’uudzu bika min syarri nafsii, wa min syarri kuli daabbatin anta aakhidzun bi naashiyatihaa. Inaa rabbii’alaa shiraathin mustaqiimin.

Artinya : Ya allah, Engkaulah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang lain kecuali Engkau, kepada-Mu aku bertawakkal, dan engkau adalah penguasa ‘Arasy Yang Maha Agung, apa yang dekehendaki Allah pasti terjadi, dan apa yang tidak dikehendaki-Nya, tidak akan terjadi, tidak ada daya dan uapaya melainkan dengan Allah yang Maha Tinggi dan Maha Besar. Aku mengetahui bahwa Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu, dan bahwa pengetahuan Allah meliputi segala sesuatu. Ya Allah, aku berlindung dengan-Mu dari kejahatan dariku, dan kejahatan setiap binatang yang melata yang Engkau dapat bertindak terhadapnya, sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus.

  • Do’a Sebelum Makan.

Allahumma baarik lanaa fiimaa razaqtana wa qinaa ‘adzaa-bannaari Bismillahirrahmaaniraahiimi.

Artinya : Ya Allah berkahilah kami dalam rezki yang telah Engkau limpahkan kepada kami, dan peliharalah kami dari siksa neraka. Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (HR. Ibnu as-Sani)

  • Do’a Sesudah Makan.

Alhamdulillahilladzii ath’amanaa wa saqaanaa wa ja’alanaa muslimiina

Artinya : Segala puji bagi Allah Yang telah memberi kami makan dan minum, serta menjadikan kami muslim. (HR. Abu Daud)

Alhamdulilaahilladzi ath’amanii hadzaa wa razaqaniihi min ghayri hawlin minnii wa laa quwwatin.

Artinya : Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini dan melipahkannya kepadaku tanpa daya dan kekuatanku. (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

  • Do’a Masuk Rumah.

Assalaamu ‘alaynaa wa ‘ alaa ‘ibaadillahish shaalihiina. Allaahumma innii as-aluka khayral mawliji wa khayral makhraji. Bismillahi walajnaa wa bismillaahi kharahnaa wa ‘alallahi tawakkalnaa, alhamdulilaahil ladzii awaanii.

Artinya : Semoga Allah mencurahkan keselamatan atas kami dan atas hamba-hamba-Nya yang shalih. Ya Allah, bahwasanya aku memohon pada-Mu kebaikan tempat masuk dan tempat keluarku. Dengan menyebut nama-Mu aku masuk, dan dengan mneyebut nama Allah aku keluar. Dan kepada Allah Tuhan kami, kami berserah diri. Segala puji bagi Allah yang telah melindungi kami. (HR. Abu Daud)

  • Do’a Keluar Rumah.

Bismilaahi tawakkaltu ‘alallahi wa laa hawla wa laa quwwata illaa billaahi.

Artinya : Dengan menyebut nama Allah, aku menyerahkan diriku pada Allah dan tidak ada daya dan kekuatan selain dengan Allah saja. (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

  • Do’a Menuju Masjid.

Allaahummaj’al fii qalbii nuuran wa fii lisaanii nuuran waj’al fii sam’ii nuuran waj’al fii basharii nuuran waj’al min khalfii wa min amaamii nuuran waj’al min fawqii nuuran wa min tahtii nuuran. Allahumma a’thinii nuuran.

Artinya : Ya Allah, jadikanlah dalam qalbuku nur, dalam lisanku nur, jadikanlah dalam pendengaranku nur dan dalam penglihatanku nur. Jadikanlah dari belakang-ku nur dan dari depanku nur. Jadikanlah dari atasku nur dan dari bawahku nur. Ya Allah, berilah aku nur tersebut. (HR.Muslim)

  • Do’a Masuk Masjid

A’uudzu billahil ‘aliyyil ‘azhiimi. Wa biwajhihil kariimi, wa bisulthaanihil qadiimi minasy syaythaanir rajiimi alhamdu lillahi rabbil ‘aalamiina. Allaahumma shalli wa sallim ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aali muhammadin. Allaahumaghfirlii dzunuubii waftah lii abwaaba rahmatika.

Artinya : Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Besar. Dan demi wajah-Nya Yang Maha Mulia dan dengan kekuasaan-Nya Yang tak berpermulaan (berlindung aku) dari kejahatan syaitan yang terkutuk. Segala puji kepunyaan Allah Tuhan semesta alam. Ya Allah, sanjung dan selamatkanlah Nabi Muhammad saw. Dan keluarganya. Ya Allah, ampunilah segala dosaku dan bukakanlah bagiku segala pintu rahmat-Mu. (H.R. Abu Daud)

Allaahummaftah lii abwaaba rahmatika.

Artinya : Ya Allah, bukakanlah bagiku pintu-pintu rahmat-Mu.      (H.R. Muslim)

  • Do’a Keluar Masjid.

Allaahumma innii as’aluka min fadhlika

Artinya : Ya Allah, aku memohon kepada-Mu karunia-Mu. (HR. Muslim, Abu Daud, an-Nasa’I dan Ibnu Majah)

  • Do’a Masuk WC.

Allaahumma innii a’uudzubika minal khubutsi wal khabaa’itsi.

Artinya : Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari syaitan besar laki-laki dan betina. (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Do’a Keluar WC.

Ghufraanaka. Alhamdulillaahil ladzii adzhaba ‘annjil adzaa wa’aafaanii.

Artinya : Ku memohon ampunan-Mu. Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan penyakitku dan telah menyembuhkan/  menyelamatkanku. (HR. Abu Daud)

  • Do’a Ketika Bercermin.

Alhamdulillaahil ladzii sawwaa khalqii fa’addalahu wa karrama shuurata wajhii fahassanahaa waja’alanii minal muslimiina.

Artinya : Segala puji bagi Allah yang menyempurnakan kejadianku dan memperindah dan memuliakan rupaku lalu, membaguskannya dan menjadikan aku orang Islam. (HR. Ibnu as-Sani)

Allaahumma kamaa hassanta khalqii fahassin khuluqii

Artinya : Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memperindah kejadianku, maka perindah pulalah akhlakku. (HR. Ahmad)

  • Do’a Melepas Pakaian.

“Bismillaahiiladzi laa illaaha ilallahuu”

Artinya : “Dengan nama Allah yang tiada tuhan selain-Nya”

  • Do’a Ketika Hendak Berpakaian.

Biismilaahirrahmaanirrahiimi. Allaahumma innii as-aluka min khayrihi wa khayri maa huwa lahu wa a’uudzubika min syarrihi wa khayri maa huwa lahu.

Artinya : Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dari kebaikan pakaian ini dan dari kebaikan sesuatu yang ada di pakaian ini. Dan aku berlindung pada-Mu dari kejahatan pakaian ini dan kejahatan sesuatu yang ada di pakaian ini.

Alhamdulillahilladzii kasaanii hadzaa wa razaqaniihi min ghayri hawlin minnii wa laa quwatin.

Artinya : Segala puji bagi Allah yang telah memakaikan pakaian ini kepadaku dan mengkaruniakannya kepadaku tanpa daya dan kekuatan dariku. (HR. Ibnu as-Sani)

Artinya : “Dengan nama Allah yang tiada tuhan selain-Nya”

  • Do’a agar ilmu berguna, rizki yang baik.

Allahumma innii as’aluka ‘ilman naafi’an wa rizqan thayyiban wa ‘amalan mutaqabbalan

Artinya : Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu yang berguna, rezki yang baik dan amal yang baik Diterima. (h.r. Ibnu Majah)

Read Full Post »

Azan bagaikan jarum jam yang senantiasa berputar dan bergerak tanpa henti. Ia hanya akan berhenti bergema bila Allah menghendakinya. Seluruh umat Islam tentu mengenal kata azan, yaitu kalimat tauhid yang dilantunkan seorang muazin untuk memanggil kaum Muslim agar segera bersujud kepada Allah SWT.

Sedikitnya, ia dilantunkan lima kali dalam sehari semalam, yakni sejak terbit fajar di waktu Subuh, kemudian siang hari (Zhuhur), lalu dilanjutkan pada sepertiga hari (Ashar), kemudian mulai tenggelamnya matahari di ufuk barat, hingga menjelang malam. Begitu seterusnya, sepanjang hari, setiap saat.

Dalam sejarahnya, azan pertama kali disyariatkan pada tahun kedua hijriyah setelah Rasulullah SAW hijrah dari Makkah ke Madinah. Ketika itu, sahabat Rasulullah, Bilal bin Rabah, menjadi muazin pertama yang mengumandangkan azan untuk memanggil umat Islam, pertanda waktu shalat telah tiba. Dari situlah, akhirnya azan dijadikan syariat bagi umat Islam di seluruh dunia untuk memanggil umat Islam agar melaksanakan shalat.

Sebelum azan disyariatkan, sejumlah sahabat mengusulkan beberapa simbol untuk memanggil orang agar melaksanakan shalat. Di antaranya, dengan menggunakan bendera, terompet, lonceng, dan api. Namun, usulan ini ditolak Rasul dengan alasan hal itu menyerupai kelompok agama tertentu. Misalnya, terompet biasa digunakan kaum Yahudi, lonceng oleh kelompok Nasrani, dan api oleh kaum Majusi. Karena itu, akhirnya azan dengan kalimat tauhid menjadi alat untuk memanggil umat Islam agar melaksanakan shalat.

Fenomena azan
Panggilan azan ini ternyata sangat luar biasa. Ia penuh dengan fenomena yang sangat menarik. Azan yang dilantunkan dari satu surau ke surau yang lain, dari satu masjid ke masjid lain, ternyata terus berlanjut hingga ke berbagai daerah dan negara. Ia bergerak dari timur ke barat, utara selatan, dan terus berputar tak pernah berhenti. Azan selalu sahut-menyahut dari satu tempat ke tempat lain.

Perbedaan waktu antara satu daerah dan daerah lain, dari satu negara ke negara lain, memberi manfaat yang sangat besar. Wilayah Indonesia yang terbagi dalam tiga perbedaan waktu dan terdiri atas ribuan pulau membuat azan bergerak dari ujung timur Papua hingga Sabang di Aceh.

Ketika pukul 12.00 azan Zuhur berkumandang di wilayah Indonesia bagian Timur yang diawali dari Papua, ia kemudian bergerak perlahan ke daerah sekitarnya hingga melebar sampai Pulau Maluku dan Sulawesi.

Selanjutnya, azan berkumandang di Makassar, ia akan segera disambut di wilayah Flores, Mataram, Lombok, dan Denpasar, kemudian Balikpapan, Tarakan, Samarinda, dan Banjarmasin.

Belum selesai azan didengungkan di kepulauan Kalimantan, ia akan segera disambut azan di Banyuwangi hingga Surabaya. Terus bergerak hingga sampai di Jakarta. Selanjutnya, ia makin meluas hingga Aceh.

Sebelum azan berakhir di Indonesia, ia sudah berkumandang di Malaysia.  Dalam beberapa waktu kemudian, azan mencapai New Delhi (India) dan Dacca, Bangladesh.

Begitu azan berakhir di Bangladesh, ia telah dikumandangkan di barat India, dari Kalkuta ke Srinagar. Kemudian, terus menuju Bombay dan seluruh kawasan India.

Dari Srinagar, azan bergerak makin ke barat hingga Timur Tengah, Afrika, Eropa, dan Amerika dalam hitungan jam. Karena itu, kumandang keesaan Allah SWT yang dimulai dari bagian timur pulau Indonesia itu tiba di pantai timur Samudra Atlantik setelah sembilan setengah jam.

Sebelum mencapai pantai Atlantik, azan Isya sudah mulai berkumandang lagi di kepulauan Nusantara dan bergerak lagi hingga ke arah barat. Begitu terus-menerus, tak pernah berhenti. Inilah fenomena azan. Ia akan terus bergerak hingga hari kiamat tiba. Dari satu tempat menuju tempat lainnya secara estafet, ia memberikan makna bahwa selama bumi ini berputar, kalimat Allah senantiasa berkumandang di angkasa raya.

Keajaiban azan
Tak hanya fenomena, lafal azan yang berisi kalimat tauhid mampu menggugah sebagian pendengarnya. Dengan suara yang merdu, jernih, dan penuh penghayatan, azan mampu memberi hikmah dan hidayah bagi sekelompok orang. Beberapa di antaranya bahkan masuk Islam karena seringnya mendengar azan. Tak hanya terbatas pada waktu dan kondisi tertentu, seseorang yang dibukakan hidayah hatinya oleh Allah bisa mendengarkan suara azan kendati berada di atas ketinggian.

Itulah yang dialami Yenni Farida. Ia justru mendengar seruan azan saat berada di atas pesawat pada ketinggian sekitar 3000-3600 kaki dari permukaan laut. Konon, Neil Armstrong pernah mendengar kalimat serupa ketika sedang berada di bulan. Namun, kebenaran Neil Armstrong ini masih banyak diperdebatkan khalayak.

Tak hanya mereka, Wahyu Soeparno Putro dan Cicha Koeswoyo akhirnya memeluk Islam karena mendengar kesyahduan dan kerinduan hatinya pada kalimat tauhid itu. Bahkan, banyak mualaf lainnya yang juga akhirnya memeluk agama Islam dari azan. Inilah keajaiban azan, kalimat tauhid, penyeru umat untuk segera melaksanakan shalat.

Namun demikian, ternyata ada sekelompok orang yang ‘rupanya kurang senang’ dengan seruan azan ini. Bahkan, tak jarang ada yang marah dan menggugat lantunan azan yang diperdengarkan dari pengeras suara yang terdapat di menara-menara masjid, mushala, atau lainnya. Mereka merasa terusik dengan lantunan tauhid tersebut. Bahkan, hanya gara-gara pengeras suara yang mereka anggap berlebihan akhirnya merusak silaturahim di antara umat.

Itulah yang pernah dikemukakan seorang menteri di Maroko yang meminta masjid-masjid di negara Muslim itu untuk mengatur waktu kumandang azan. Menurut menteri perempuan yang bernama Nazha Shaqli itu, azan yang dikumandangkan saat waktu istirahat (Subuh) mengganggu para wisatawan. Namun, permintaan itu ditolak menteri wakaf Maroko yang menyatakan bahwa hal itu merupakan kewajiban bagi umat Islam untuk memanggil saudaranya agar segera mengerjakan shalat.

”Hanya orang-orang yang telah ditutup telinganya oleh Allah yang merasa terganggu. Apalagi, perbedaan waktu antara satu daerah dan daerah lain tentu tidak memungkinkan azan dikumandangkan secara bersamaan,” terang Ahmad Taufik yang menjabat sebagai menteri wakaf dan agama, Maroko.

Di Indonesia pun terjadi hal serupa. Sekelompok umat Islam yang tinggal di sekitar masjid dan mushala juga ada yang merasa terganggu dengan lantunan kalimat tauhid yang diserukan oleh muazin melalui pengeras suara di masjid dan mushala.

Sebuah buku yang ditulis berdasarkan hasil diskusi kelompok anak muda Muslim mengenai azan dengan judul Islam tanpa TOA, seolah menyindir para muazin yang melantunkan kalimat tauhid sebagai pertanda waktu shalat.

Benarkah suara azan yang dilantunkan melalui pengeras suara mengganggu istirahat warga? Bukankah sesuatu yang baik harus disampaikan dan diserukan? Kurang bijaksanakah ketika Rasulullah memerintahkan Bilal untuk mengumandangkan azan di puncak menara untuk memanggil umat Islam agar segera shalat sehingga suaranya bisa terdengar di mana-mana?

Hanya orang-orang yang tertutup hatinya yang enggan menerima hidayah Allah. Mungkin, sangat tepat Allah berfirman bahwa mereka punya mata, namun tak pernah digunakan untuk melihat; punya telinga, namun tak mau mendengar; dan punya hati, namun hatinya telah tertutup. ”Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi.” (Alfurqan ayat 44, Al-A’raf ayat 179, dan Albaqarah ayat 171). Na’udzubillah.

Semoga Allah membukakan pintu hati umat manusia sehingga lapang dada menerima firman-firman Allah. Wa Allahu A’lam. sya/rep-ol

Read Full Post »